ISYARAT CINTA

Derasnya hujan membasahi tubuhku, hingga
pada akhirnya aku tak kuasa menahan dingin yang saat ini aku rasakan.

hembusan angin menggiringku menuju  pada suatu tempat, yang dapat menghangatkan kembali tubuhku, sayang sekali tempat itu hanya menjadi persinggahan sementara.

aku rasa saat ini aku butuh penerang, yaitu cahaya cinta yang dapat menerangi hatiku.
namun kadang kala cinta juga dapat menjerumuskan ku kedalam kegelapan,
yaitu disaat diriku tak kuasa menaklukkan nafsu yang ada pada diriku.
maafkanlah aku atas kehilafanku,
maafkanlah aku atas dosa-dosaku,
aku hanyalah seorang hamba, manusia biasa, bukan malaikat ataupun dewa.

tuhan menciptakan ku sebagai manusia,
dimana  yang semestinya aku berjalan di muka bumi ini, untuk menjalankan segala perintahnya, menjauhi segala larangan-nya, sesuai yang di jelaskan dalam kitab.

sejarah telah mengisahkan
seorang panutan, dan tauladan yang pantas untuk di contoh, namun terkadang mengapa aku sering lalai akan hal itu.

padahal cinta mereka melebihi dari rasa cintaku yang tertanam untuk diriku sendiri.
maafkanlah aku atas kehilafanku,
maafkanlah aku yang belum bisa menjadi umat yang baik.

aku berjanji akan terus berusaha memperbaiki diri, untuk menjadi umat yang lebih baik.
aku akan terus berusaha berjihad menaklukkan nafsu yang ada pada diriku.

aku merindukanmu ya Rasulullah,
aku merindukanmu wahai kekasih Allah.
aku merindukanmu wahai panutanku,
aku merindukanmu wahai pelita cahaya.
terangilah diriku pada segala keresahan,
dan tuntunlah aku untuk menggapai cintamu.

Isyarat cinta; jayoffical.art.org

9 Desember 2021

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai